CENDERALOKA - Warisan budaya Indonesia yang sampai saat ini masih memiliki nilai estetika, historis, dan filosofi yang cukup tinggi adalah kebaya.
Kebaya identik dengan busana formal yang dikenakan dalam acara tertentu seperti wisuda, pernikahan, dan kegiatan adat.
Hal ini membuat masyarakat cenderung menganggap kebaya sebagai pakaian yang hanya digunakan pada momen khusus, sehingga frekuensi penggunaannya menjadi terbatas.
Nah, dalam perkembangan industri fashion saat ini sudah menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap kebaya.
Kini Batik Saraswati telah membuat transformasi kebaya menjadi pakaian yang lebih modern, fleksibel, dan mengikuti gaya masyarakat yang sudah kekinian.
Batik Saraswati ini adalah sebuah usaha fashion yang yang dimiliki Ambar Saraswati dan berlokasi di Kota Solo.
Usaha ini telah dirintis Ambar dari tahun 2008 hingga saat ini.
Berawal dari produksi dress batik untuk pekerja kantoran, lalu kini menjadi produsen kebaya modern, blouse berbahan perca batik, serta berbagai produk pendamping seperti encim, rok, kemeja, dan kebaya janggan.
Perubahan inilah yang menunjukkan bahwa Batik Saraswati mampu mengikuti perkembangan pasar.
“Dalam membangun usaha, kesabaran adalah kunci agar bisa menjadi terkenal". Ambar
Tak hanya itu saja, Batik Saraswati juga bisa mengubah citra kebaya yang awalnya dari pakaian formal kini bisa menjadi pakaian yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Untuk produk unggulan dari Batik Saraswati ini sendiri meliputi kebaya modern dan encim.
Harga yang ditawarkan mulai Rp 145.000 hingga Rp. 335.000, harga tersebut masih bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Sejak awal Ibu Ambar memiliki visi bahwa kebaya tidak hanya bisa digunakan ketika menghadiri acara formal saja.
Menurut beliau, kebaya juga dapat menjadi pilihan pakaian untuk aktivitas sehari-hari.
Selama desainnya dibuat lebih sederhana, nyaman, dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan.
Konsep ini diwujudkan melalui desain yang tidak terlalu rumit, dengan penggunaan bahan yang nyaman saat dipakai, serta potongan pakaian yang mengikuti kebutuhan masyarakat saat ini.
Dengan begitu, kebaya kini tidak dianggap lagi sebagai pakaian yang membatasi ruang gerak, tetapi juga sebagai busana yang praktis sekaligus tetap memiliki unsur budaya Indonesia.
Inilah yang membuat pembeda dari Batik Saraswasti dengan produsen kebaya lainnya.
Produk dari Batik Saraswati sendiri memiliki keunggulan dalam fleksibilitas penggunaan produk yang dapat digunakan diberbagai acara.

Seperti untuk aktivitas bekerja di kantor, kebaya dapat digunakan dengan celana bahan sehingga menghasilkan tampilan yang profesional namun tetap elegan.
Kebaya dari Batik Saraswati juga dapat digunakan untuk kegiatan santai seperti berkumpul di kafe atau jalan-jalan.
Kamu bisa padukan kebaya ini dengan celana jeans yang bisa memberikan kesan kasual dan modern.
Untuk acara formal, kamu bisa mengganti bawahan menggunakan rok panjang atau celana palazzo.
Dengan perubahan sederhana ini dapat menghasilkan tampilan yang lebih anggun saat menghadiri acara formal.
Ternyata tidak sedikit anak muda yang memadukan kebaya dengan celana pendek ketika menghadiri konser atau festival musik.
Hal ini menunjukkan bahwa kebaya sudah mulai diterima sebagai bagian dari fashion life style yang lebih bebas dan kreatif.
Batik Saraswati tidak hanya memperkenalkan unsur tradisional pada kebaya, tetapi juga menyesuaikannya dengan tren fashion modern.
Inspirasi desain yang diambil Ibu ambar kebanyakan diperoleh dari media sosial.
Pemanfaatan media sosial ini membuat Ibu Ambar mengetahui model, warna, maupun motif yang sedang diminati pasar.
Dengan informasi yang didapat, kemudian dikembangkan menjadi desain baru tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada kebaya.
Konsumen Batik Saraswati tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa saja, tetapi sudah mulai didominasi oleh anak muda.
(Meidy Agsita/Cenderaloka)





