CENDERALOKA - Ecozie adalah sebuah usaha ecoprint asal Delanggu Klaten yang mulai mengembangkan tren fashion ramah lingkungan.
Dengan memanfaatkan daun dan bunga di sekitar Lingkungan Ecozie menghadirkan sebuah produk fashion yang tidak hanya memiliki nikai estetika saja, tetapi juga ramah lingkungan.
Defi selaku pemilik usaha menjelaskan brand Ecozie hadir pada tahun 2020, usaha ini dibentuk dari keinginan sederhana agar sang suami tidak jauh dari keluarga.
Karena kondisi tersebut beliau mulai membangun usaha yang dapat dijalan di rumahnya sendiri.
Dalam proses produksi, Defi dan suaminya memanfaatkan berbagai macam tanaman yang tumbuh di sekitar rumah untuk dijadikan bahan utama ecoprint.
Bunga air mata pengantin dan bunga kenikir menjadi beberapa jenis tanaman yang sering digunakan untuk menghasilkan motif alami pada kain.
Tak hanya itu saja, Defi juga menggunakan beberapa daun yang tumbuh di sekitar perakangan rumahnya.
Lahan di sekitar rumahnya sengaja ditanami berbagai macam tanaman yang bisa digunakan untuk menjadi bahan pembuatan ecoprint.

Salah satu ciri khas produk dari Ecozie ini adalah terlihat dari corak yang unik dan sulit untuk ditiru.
Tidak ada lembaran kain yang memiliki motif sama karena bentuk bunga, daun serta proses pencetakan selalu menghasilkan pola yang cukup berbeda.
Keunikan ini yang membuat setiap produk Ecozie tidak sama dengan produk ecoprint lainnya.
Ecozie tidak hanya memanfaatkan pewarnaan alami, tetapi juga berusaha meminimalkan limbah produksi.
"Bagi Ecozie, berkarya bukan hanya tentang menciptakan keindahan, tetapi juga tentang berusaha tidak menyumbang limbah bagi lingkungan." Defi owner Ecozie
Potongan kain atau perca yang tersisa dari proses pembuatan baju, dapat diolah kembali menjadi produk lainnya.
Sehingga kain-kain sisa ini tidak terbuang sia-sia.
Untuk produk yang dihasilkan oleh Ecozie antara lain kain ecoprint, kaos, vest, outer, gamis, tas, kipas, hingga sepatu.
Dalam proses pembuatan pakaian, Ecozie juga memadukan kain ecoprint dan kain lurik khas Klaten.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung para perajin lurik lokal agar warisan budaya daerah tetap lestari dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Target pasa Ecozie mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga kalangan sosialita yang ingin tampil beda dengan produk eksklusif.
Produk outer dan tas dari Ecozie ini sangat banyak diminati konsumen, sehingga menjadi produk bestseller.
Dalam menjaga kualitas produk, Ecozie sangat memperhatikan pemilihan bahan kain, kualitas jahitan, serta mengikuti perkembangan model fashion.
Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki motif yang menarik, tetapi juga nyaman digunakan dan sesui dengan tren terkini.
Untuk harganya, sesuai jenis dan kesulitan dalam tahap pembuatan.
Kain ecoprint dijual mulai Rp 250.000 hingga Rp 1.000.000.
Sedangkan produk kipas dibanderol mulai Rp Rp 50.000.
Dan untuk kaos bisa kamu dapatkan mulai harga Rp 100.000 hingga Rp 200.000.
Hadirnya Ecozie kini membuktikan bahwa fashion tidak hanya berorientasi pada keindahan saja, tetapi juga bisa menjadi sarana pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami, pengurangan limbah produksi, dan kolabprasi dengan kain lurik khas Klaten, Ecozie berhasil menciptakan produk yang bernilai seni dan ramah lingkungan.
(Meidy Agsita/Cenderaloka)





