CENDERALOKA - Busana modern yang terbuat dari kain wastra kini semakin menarik perhatian banyak orang.
Jadi tidak hanya mempertahankan nilai budayanya saja, tetapi kain wastra juga dapat menjadi pilihan fashion anak muda.
Tlenik Art kini telah hadir melalui koleksi busana etnik, mulai dari outer hingga cardigan dengan perpaduan kain wastra.
Nama dari Tlenik Art sendiri diambil dari warisan leluhur keluarga Ana selaku pemilik usaha ini.
Jauh dari sebelum Ana dan sang ayah lahir, sang kakek sudah lebih dulu merintis usaha batik tulis.
Berawal dari bisnis keluarga, Ana kemudian mengembangkan Tlenik Art dengan konsep yang lebih modern di tahaun 2022.
Pertama membuka usahanya, Tlenik Art menghadirkan produk dalam jumlah terbatas atau limited edition.
Inilah yang menjadi salah satu ciri khas dari Tlenik Art.
Baca juga: Tampil Modis Tanpa Ribet, Ini 4 Rekomendasi Outer dari Tlenik Arts
Untuk produk-produk dari Tlenik Art, Ana menggunakan berbagai jenis kain wastra.
Dengan banyaknya pilihan kain tersebut dikombinasikan menjadi outer atau cardigan.

Untuk prosesnya, yang dilakukan Ana pertama adalah menyambungkan beberapa potong kain dengan motif yang berbeda.
Lalu, setiap motif dan warna dicocokkan agar menghasilkan perpaduan yang khas.
Setelah kombinasi kain sudah sesuai, lanjut ke proses menjadi bahan berdasarkan model yang sudah ditentukan.
"Nah dari proses memadukan warna dan motif inilah yang menjadi tantang tersendiri. menurut Ana
Dengan ketelitian dan kreativitas yang ada, membuat setiap potongan kain bisa menyatu dengan baik tanpa menghilangkan keindahan motif aslinya.
Soal harga, produk dari Tlenik Art masih dalam kisaran harga yang terjangkau.
Mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 350.000 saja kamu sudah bisa mendapatkan outer dan cardigan cantik.
Sedangkan perawatan produk dari Tlenik Art juga perlu kamu perhatikan.
Jika ingin mencuci produk dari Tlenik Art, kamu bisa menggunakan sabun lerak atau sampo agar warna kain tetap terjaga.
Dengan perawatan sederhana ini dapat membanti menjaga warna kain agar tidak mudah pudar dan tetap cerah.
(Meidy Agsita/Cenderaloka)






