CENDERALOKA - Kini untuk menambah penghasilan bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Seperti yang dilakukan oleh Defi dan suaminya yang memanfaatkan hasil kebun menjadi bahan ecoprint.
Usaha ini diimulai pada saat pandemi di tahun 2020 lalu, dengan nama Ecozie.
Nama tersebut terinspirasi dari gabungan ecoprint itu sendiri dan nama putra mereka.
Bisnis yang diawali saat pandemi ini tidaklah mudah, apalagi untuk mencari pembeli.
Tidak hanya itu, suami istri asal Klaten ini mencoba berbagai teknik ecoprint.
Ecozie memanfaatkan tumbuhan yang ada dikebunnya menjadi motif-motif pada produknya.
Seperti bunga air mata pengantin dan kenikir, serta berbagai dedaunan yang ada di sekitar rumahnya.
Proses pembuatannya diawali dengan penataan bunga dan daun di atas kain putih polos yang sudah dibasahi dengan larutan khusus.
Kemudian ditutup dengan plastik polyethylene berwarna hitam, plastik ini khusus untuk pembuatan ecoprint.
"Ecoprint menjadi produk limited edition atau terbatas, karena motifnya tidak akan pernah sama." papar Defi owner Ecozie.
Jika biasanya ecoprint pembuatannya ditumbuk pelan-pelan agar motifnya menempel, beda lagi yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini.
Di Ecozie pembuatannya dilakukan dengan diinjak-injang lalu digilas menggunakan pipa panjang yang sudah ditambahkan beban.
Hal ini untuk membuat motifnya lebih menempel sempurna, serta warnanya tidak membayang.
Kain tersebut digulung lalu direbus kurang lebih selama dua jam untuk hasilkan warna yang nyata.
Pada air rebusannya ditambahkan dengan rempah-rempah rahasia, agar menjaga kualitas dari kain dan motifnya.
Disinilah proses pentingnya, perebusan yang lama diperuntukan untuk produk Ecozie tetap bagus dan awet meski dipakai bertahun-tahun.
Proses perebusan selesai, akan dilanjutkan dengan menjemur kain caranya cukup diangin-anginkan saja.
Setelah itu baru kain ini sudah siap untuk diubah menjadi berbagai macam produk.
Di Ecozie produk yang ditawarkan ada jaket, vest, blazer, kaos, tas, topi hingga sepatu.
Untuk kisaran harganya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Harga yang relatif mahal ini sebanding dengan proses yang panjang dan hasilnya yang berkualitas dari produk Ecozie.
Bahkan Ecozie menjadi langganan untuk produk jaket yang dipesan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Dari yang awalnya beli saat di pameran, hingga saat ini menjadi repeat order dengan motif lainnya di Ecozie.
Bisa temukan berbagai produk dari Ecozie dengan harga terbaiknya di Cenderaloka.
Atau datang langsung di store Ecozie yang berlokasi di Griya Delanggu Indah No.16 blok D, Rejosari, Sabrang, Kec. Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dari Ecozie dapat kita dapat mengambil pembelajaran, kalau untuk memulai usaha dapat dilakukan di rumah saja dengan memanfaatkan hasil alam yang ada di sekitar.






