Cerita Perajin
Mulai Belanja
Cerita Perajin
Beranda Indeks Cerita Cerita Perajin Lokakarya News & Partnership Tentang Kami Hubungi Kami
Mulai Belanja
Cerita Perajin

Cerita Perajin adalah ruang untuk mengenal lebih dekat produk perajin lokal, proses berkarya, serta nilai budaya yang hidup di balik pilihan Cenderaloka.

Kategori
Cerita PerajinLokakaryaNews & Partnership
Cenderaloka
Tentang KamiHubungi Kami
Ikuti Kami
© 2026 Cenderaloka. Semua Hak Dilindungi.
Detail Artikel
BerandaCerita PerajinManfaat Lerak untuk Mencuci Batik, Bikin Motifnya Awet Meski Bertahun-tahun
Cerita Perajin

Manfaat Lerak untuk Mencuci Batik, Bikin Motifnya Awet Meski Bertahun-tahun

Penulis: Layla NuraEditor: Andra Kusuma Tayang: 11 September 2026
Semburate
Semburate
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Kunjungi Toko
Manfaat Lerak untuk Mencuci Batik, Bikin Motifnya Awet Meski Bertahun-tahun

CENDERALOKA - Pernah dengar lerak belum?

Biasanya lerak familiar terdengar di kawasan industri batik, misalnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Rata-rata para perajin batik menyarankan konsumennya untuk menggunakan lerak.

Karena dengan mencuci batik pakai lerak dapat membuatnya tidak cepat pudar.

Hal ini juga disampaikan oleh pemilik Semburate, Astrid yang menyarankan untuk menggunakan lerak saat mencuci baju batik dan lurik.

Namun, tahu tidak kalau lerak itu berasal dari buah?

Iya lerak itu buah dari tumbuhan lerak yang tumbuh subur di hutan Indonesia.

Tumbuhan lerak dapat ditemukan di wilayah Pulau Sumatera dan Jawa.

Pada setiap daerah memiliki sebutan yang berbeda, seperi di Palembang lerak disebut lamuran.

Sementara di jawa biasanya populer dengan nama klerek dan di Jawa Barat disebut rerek.

Lerak paling cocok tumbuh di daerah yang memiliki kelembaban tinggi dan mengandung banyak humus.

Sekilas buah lerak ini mirip kacang walnut, dengan warna coklat kehitaman dan kulit luarnya tampak mengkilat.

Di dalamnya terdapat kandungan saponin yang merupakan senyawa alami yang bisa jadi pembersih dan hasilkan busa.

Maka dari itu cocok banget untuk digunakan mencuci kain batik tanpa menyebabkan warna dan motifnya memudar.

Sekaligus lerak dapat menjaga tekstur serat pakaian batik dan lainnya.

Dapat membuat sabun cuci pakaian dari lerak sendiri, tanpa beli caranya cukup mudah nih.

SemburateSemburate
Vest Outer Perca Lurik
Vest Outer Perca Lurik
Rp 360.000
Beli Sekarang
SemburateSemburate
Top Lurik Zero Waste
Top Lurik Zero Waste
Rp 300.000
Beli Sekarang

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini cara membuat sabun cuci pakaian dari lerak.

1. Rebus buah lerak 250 gram dengan 1 liter air di api kecil selama 2 jam.
2. Diamkan air rebusan buah lerak hingga dingin dan berubah menjadi keruh.
3. Remas-remas buah lerak hingga tidak mengeluarkan busa lagi.
4. Saring air rebusan daging buah lerak, lalu masukkan ke dalam botol.
5. Bisa masukkan ke dalam kulkas selama 7-10 hari agar lebih awet.

Berikut ini cara untuk mencuci batik dengan lerak, bisa dilakukan sendiri di rumah.

Alat dan bahan:

Ekstrak lerak

Air dingin atau suhu ruang

Ember

Sikat lembut

Caranya:
1. Larutkan ekstrak lerak ke dalam air dingin atau suhu ruang secukupnya.
2. Masukkan batik dan rendam selama 10-15 menit.
3. Kemudian cuci batik dengan cara menekan dan meremasnya perlahan. Hindari untuk menggosok atau memutar batik, karena dapat merusak serat kain dan bentuknya. Bisa pakai sikat lembut untuk menghilangkan noda membandel.
4. Bilas batik dengan air dingin hingga sabun lerak hilang sempurna.
5. Peras batik dengan lembut menggunakan tangan atau handuk bersih untuk menghilangkan air berlebih. Hindari kain dipelintir, itu bisa merusak batik ya.
6. Jemur batik di tempat yang teduh tidak terpapar sinar matahari langsung. Karena hal itu dapat menyebabkan warna batik cepat pudar. (*)

Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan:
Tag:#Lerak#Manfaat lerak#kain batik#baju batik#batik#menjaga batik
Komentar0
Belum ada komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama dalam memberikan komentar

Artikel Populer

Biar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef
Cerita Perajin

Biar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef

15 Oktober 2026
6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya
Cerita Perajin

6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya

14 Oktober 2026
3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet
Cerita Perajin

3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet

14 Oktober 2026
3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan
Cerita Perajin

3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan

13 Oktober 2026
Intip Yuk, Kecantikan dari Kerajinan Manik-manik Khas Suku Dayak Bernilai Jual Tinggi
Cerita Perajin

Intip Yuk, Kecantikan dari Kerajinan Manik-manik Khas Suku Dayak Bernilai Jual Tinggi

12 Oktober 2026

Artikel Terkait

Beberapa karya pilihan bulan ini tetap dengan harga yang adil bagi perajin.

Biar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef
Cerita PerajinBiar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef 15 Oktober 2026
6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya
Cerita Perajin6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya 14 Oktober 2026
3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet
Cerita Perajin3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet 14 Oktober 2026
3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan
Cerita Perajin3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan 13 Oktober 2026
Cerita PerajinBiar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef 15 Oktober 2026
Biar Gelang Manik Tetap Cantik, Ini Tips Perawatan ala Er-Ef
Cerita Perajin6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya 14 Oktober 2026
6 Cara Merawat Kebaya Kutu Baru Agar Tetap Terjaga Keindahannya
Cerita Perajin3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet 14 Oktober 2026
3 Tips Mudah Merawat Dompet Kulit Jadi Lebih Awet
Cerita Perajin3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan 13 Oktober 2026
3 Rekomendasi Hiasan Dinding Nuansa Etnik untuk Mempercantik Ruangan