CENDERALOKA - Merajut menjadi aktivitas yang hanya mengisi waktu luang, berhasil menjadi peluang usaha baru.
Meskipun Chairiah lahir dari keluarga yang mayoritasnya mahir merajut, namun hal itu tidak berlaku bagi dia.
Karena ia tidak mahir merajut, dari situlah mulai meminta bantuan temannya untuk mengajari teknik-teknik merajut.
Seiring berjalannya waktu, Chairiah mulai menambah skill merajut dengan orang-orang yang lebih berkompeten dalam hal merajut melalui berbagai pelatihan.
Memiliki tempat tinggal yang berada di kawasan wisata, Kampung Batik Kauman Kota Solo.
Dari situlah lahir Rajut Ruang Tamu, yang merubah bagian ruang tamu di rumahnya diubah menjadi toko kecil yang penuh akan hasil karyanya pada tahun 2023.
Produk pertama yang dijualnya adalah dompet dan pouch dengan ukuran kecil.
Karena ini bisnis rumahan, maka promosikan melalui mulut ke mulut.
"Merajut menjadi terapi untuk melatih kesabaran diri sendiri." ucap Chairiah
Seiring berjalannya waktu Chairiah mulai menjajakan produknya di Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi dan Night Market Ngarsopuro di Solo.
Rajut Ruang Tamu tidak memiliki produk yang custom, hanya menyediakan yang ready stock saja.
Ide-ide muncul saat menemukan pattrent baru di sosial media, pada saat itu juga akan mulai membuatnya.
Dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu 1-2 jam untuk ukuran kecil.
Sementara produk ukuran besar, seperti tas membutuhkan waktu hingga satu minggu.
Pembuatannya yang handmade membuat setiap produknya memiliki sentuhan yang khas.
Rajut Ruang Tamu menjaga kualitasnya dengan menggunakan bahan berkualitas nih.
Adanya perbedaan bahan yang digunakan untuk produk tas dan boneka.
Ketika membuat boneka akan menggunakan benang katun, karena lebih lembut.
Ciri khas dari produk Rajut Ruang Tamu ini adalah tidak padat dalam tarikan benang saat merajut.
Itulah yang membuat produk Rajut Ruang Tamu lebih lembut dan tidak kaku.
Kisaran harga produk Rajut Ruang Tamu mulai Rp 15.000 hingga jutaan rupiah.
Lokasi tokonya yang strategis itulah membuat produk-produknya lebih banyak disukai oleh wisatawan mancanegara.
Seperti Korea Selatan, Singapura, Jepang, Amerika Serikat hingga Inggris yang menyukai motif-motif dari Rajut Ruang Tamu.
Chairiah selaku owner Rajut Ruang Tamu menambahkan, merajut tidak hanya menghasilkan produk yang cantik-cantik semata, namun juga mengajarkan kesabaran bagi seseorang.






