CENDERALOKA - Ada sebuah cerita hangat dari sudut Jawa Tengah tentang bagaimana warisan budaya bisa dikemas menjadi produk fashion yang tidak hanya modis, tetapi juga sarat makna.
Seperti yang dilakukan oleh Ruri Eli Kusumawati, sosok di balik Lintang Nyuminar.
Sebuah UMKM yang berhasil memadukan keindahan wastra tradisional dengan kebutuhan gaya hidup modern.
Lintang Nyuminar bermula dari kegemaran Ruri berkeliling ke berbagai daerah.
Saat melintasi wilayah Sukoharjo, perhatiannya tertuju pada para perajin tenun lurik yang didominasi oleh lansia.
Di tengah era serba mesin, mereka masih mempertahankan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tradisional. Ketelitian dan kerapian hasil kain lurik buatan tangan tersebut memantik inspirasi Ruri.
Bagaimana jika kekayaan kain tradisional ini diangkat menjadi produk bergengsi yang memiliki nilai jual lebih tinggi? kata Ruri.
Dari situlah Lintang Nyuminar lahir yang fokus pada kreasi tas dengan beragam variasi.
Mulai dari ukuran besar, tote bag, handbag, hingga dompet dan pouch. Menariknya, ide awal bentuk tas ini berawal dari kebutuhan teman-teman Ruri yang menginginkan tas berbobot ringan namun tetap estetis.
Mengusung tagline "Tas yang Ringan Dibawa", produk ini tidak hanya stylish tetapi juga nyaman digunakan untuk menunjang aktivitas harian.

Sentuhan Seniman: Perpaduan Wastra, Material Lokal, dan Decoupage
Ciri khas utama Lintang Nyuminar terletak pada komitmennya menjaga keaslian. Seluruh material yang digunakan merupakan produk lokal yang dikerjakan secara handmade.
Ruri menggandeng langsung para perajin lokal untuk menciptakan setiap karyanya.
Material yang dihadirkan pun sangat kaya dan bervariasi, semuanya menggunakan kain tradisional seperti batik cap, batik jumputan, batik bali hingga kain tenun.
Kain-kain tersebut dikombinasikan dengan bahan lainnya, meliputi goni, kulit anyaman dan masih banyak lainnya.
Seluruh material tersebut dimodifikasi secara apik sesuai desain Ruri yang fleksibel, kerap kali lahir langsung dari aspirasi para pelanggannya.
Seperti merancang tas yang elegan khusus untuk menghadiri acara kondangan.
Tidak berhenti di situ, Lintang Nyuminar juga menghadirkan inovasi unik pada produk berbahan anyaman menggunakan teknik decoupage.
Teknik seni menghias dengan menempelkan potongan kertas atau kain bergambar.
Lalu dilapisi pernis hingga menyatu sempurna menyerupai lukisan ini, menyulap bahan anyaman sederhana menjadi karya seni bernilai tinggi.

Kualitas unggul dari Lintang Nyuminar tidak lepas dari proses produksinya yang terstruktur dan penuh dedikasi.
Inilah tahapan produksi produk dari Lintang Nyuminar:
1. Hunting Bahan: Ruri memilih sendiri material-material lokal berkualitas.
2. Perancangan Desain: Menentukan detail ukuran, bentuk, dan fungsi.
3. Kolaborasi dengan Penjahit: Interaksi dan komunikasi yang erat antara Ruri dan para penjahit menjadi penentu utama dalam melahirkan produk yang presisi dan berkualitas tinggi.
4. Quality Control (QC): Setiap detail diperiksa secara teliti sebelum melangkah ke tangan konsumen.

Pesan Kebudayaan untuk Generasi Muda (Gen-Z)
Di balik setiap jalinan benang dan motifnya, Lintang Nyuminar menyematkan pesan kebudayaan yang mendalam.
Ruri berharap karya-karyanya bisa menjadi jembatan bagi generasi muda, khususnya Gen-Z, untuk merasa bangga dan makin mencintai produk buatan dalam negeri.
Mencintai produk lokal bukan sekadar tren fashion, melainkan bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
"Siapa lagi yang mau memakai dan mengembangkan biar kita menjadi negara besar. Negara besar kan salah satunya adalah dari produk-produk lokal ujar" Ruri.
Oleh karena itu, produk-produk dari Lintang Nyuminar dijual dengan harga yang masih ramah di kantong pelajar.
Dengan kisaran harga di bawah Rp 100 ribuan saja.
Tertarik Memiliki Koleksi Lintang Nyuminar?
Bagi kamu yang ingin tampil beda dengan sentuhan etnik-modern yang ringan dan elegan, kamu bisa melihat dan memesan koleksi Lintang Nyuminar melalui tautan dan alamat berikut:
Workshop: Jl. Palm Permata, Sawah, Tohudan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Instagram: @lintangnyuminar
TikTok: Lintang Nyuminar




