CENDERALOKA - Kreativitas seseorang dapat dituangkan dalam berbagai barang, seperti yang dilakukan oleh Winarto.
Pria asal Solo ini berawal dari kejeliannya memanfaatkan barang bekas, kini sukses menjadi produsen kerajinan kulit berkualitas.
Winarto melahirkan Barabiru Craft, usaha kriya yang berlokasi di Sumber Jambalan, RW 04 / RW 16, Banjarsari, Solo.
Tidak hanya sekadar nama, Barabiru menyimpan filosofi yang mendalam bagi sang pemilik.
Nama ini lahir dari impian besar Winarto untuk meraih kesuksesan lewat usaha yang ditekuni secara konsisten.
Bara yang artinya melambangkan api yang menggebu-gebu, sesuai dengan semangat Winarto.
Sementara kata Biru memiliki makna seperti warna inti api.
"Nama tersebut menggambarkan semangat yang kian menggebu-gebu dalam menjalankan usaha ini" kata Winarto.
Perjalanan Barabiru Craft dimulai pada tahun 2010, di sudut rumahnya.
Kala itu, Winarto berfokus pada pengolahan barang bekas untuk dijadikan bermacam pernak-pernik unik.
Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya tren pasar, Barabiru Craft terus beradaptasi.
Pria asal Solo ini sempat beralih memanfaatkan bahan baku kayu untuk diolah menjadi miniatur patung.
Hingga akhirnya, saat ini Barabiru menemukan fokus utamanya pada olahan material kulit yang sangat diminati konsumen.
Saat ini terdapat tiga produk andalan Barabiru Craft yang paling banyak dicari, meliputi lanyard, gantungan kunci STNK, dan card holder (domper kartu).
Target pasarnya menjangkau semua kalangan, khususnya para pekerja kantoran yang membutuhkan aksesoris fungsional namun tetap stylish saat dikenakan.
Proses produksinya, Barabiru Craft menyediakan dua pilihan bahan utama, yakni kulit asli dan kulit sintetis.
Apa sih perbedaan dari kedua material tersebut?
Bahan kulit asli menggunakan teknik finishing crazy horse (CH) yang memberikan karakter khas, berupa bertekstur artistik dan sedikit terkesan klasik.
Sementara kulit sintetis dipilih yang kualitasnya premium untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen yang menginginkan harga lebih terjangkau.
Barabiru menggunakan bahan sintetis premium dengan tekstur yang halus, menyerupai material jok mobil mewah.
Menariknya, bagi orang awam bahan sintetis tersebut secara visual cukup sulit dibedakan dengan kulit asli.
Namun, Winarto membagikan trik sederhana untuk membedakan kedua bahan tersebut.
"Cara paling gampang membedakannya tinggil dibakar sedikit." kata Winarto
Tambahnya, jika kulit asli akan tercium aroma khas seperti rambut yang terbakar.
Produk kulit dari Barabiru Craft selalu memberikan kesan elegan dan profesional bagi penggunanya.
Meski begitu, material kulit memerlukan perhatian khusus untuk perawatan rutin agar tetap awet hingga bertahun-tahun.
Setiap produk Barabiru dibuat melalui pengerjaan detail yang masih handmade dengan 6 tahapan utama, sebagai berikut:
1. Desain: Merancang model produk yang akan dibuat.
2. Pemotongan: Memotong material kulit sesuai pola.
3. Pelubangan: Melubangi tepi kulit untuk mempermudah penjahitan.
4. Penjahitan Manual: Menjahit secara presisi (hand-stitched).
5. Perekatan: Menggunakan lem khusus kulit dan mengeringkannya.
6. Finishing: Pembersihan akhir hingga produk siap digunakan.
Soal harga, produk Barabiru Craft ditawarkan terjangkau berkisar antara Rp10.000 hingga Rp1.500.000.
Kisaran harga tersebut tergantung pada jenis bahan, kerumitan desain, dan tingkat kesulitan pembuatan.
Guna menjaga kualitas, Winarto menegaskan pentingnya selektif dalam memilih bahan baku.
"Kunci menjaga kualitas adalah pandai memilih bahan baku yang bagus. Jangan sampai tergiur harga murah" ujar Winarto.
Tentunya perjalanan Barabiru tak bebas dari hambatan.
Winarto mengaku tantangan terbesar yang dihadapi Barabiru saat ini terletak pada sektor pemasaran (marketing) untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Cara untuk menjaga produk kulit dari Barabiru tetap awet dan tahan lama, Winarto membagikan beberapa tips nih, diantaranya.
Pada material kulit asli harus hindari menyimpan produk di tempat yang lembab, karena dapat memicu pertumbuhan jamur.
Kalau untuk bahan kulit sintetis memang memiliki usia pakai lebih lama, namun tidak memungkiri juga bisa mengelupas seiring waktu.
Perawatannya cukup dilap menggunakan kain bersih secara berkala menggunakan kain halus.
Bagi Anda yang ingin memiliki kerajinan kulit berkualitas buatan lokal Solo ini, pemesanan dapat dilakukan secara langsung melalui WhatsApp 0896-7644-4676.
Atau dapat kunjungi media sosialnya Instagram: @baracraft, Facebook: Barabiru Craft, dan di Cenderaloka.com.
Untuk yang ingin membeli di storenya bisa langsung datang ke alamat workshopnya di Sumber Jambalan, RT 04 / RW 16, Banjarsari, Solo. (*)






