Cerita Perajin
Mulai Belanja
Cerita Perajin
Beranda Indeks Cerita Cerita Perajin Lokakarya News & Partnership Tentang Kami Hubungi Kami
Mulai Belanja
Cerita Perajin

Cerita Perajin adalah ruang untuk mengenal lebih dekat produk perajin lokal, proses berkarya, serta nilai budaya yang hidup di balik pilihan Cenderaloka.

Kategori
Cerita PerajinLokakaryaNews & Partnership
Cenderaloka
Tentang KamiHubungi Kami
Ikuti Kami
© 2026 Cenderaloka. Semua Hak Dilindungi.
Detail Artikel
BerandaCerita PerajinDari Tanah Liat Menjadi Cerita: PotStory Hidupkan Seni Keramik di Solo
Cerita Perajin

Dari Tanah Liat Menjadi Cerita: PotStory Hidupkan Seni Keramik di Solo

Penulis: Meidy AgsitaEditor: Andra Kusuma Tayang: 2 September 2026
Potstory Studio
Potstory Studio
Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
Kunjungi Toko
Dari Tanah Liat Menjadi Cerita: PotStory Hidupkan Seni Keramik di Solo

CENDERALOKA - Tanah liat bukan sekedar material untuk membuat benda saja, tetapi dapat menjadi ruang untuk menuangkan pengalaman dan imajinasi.

Inilah gagasan yang dibawa PotStory, sebuah studio keramik yang berada di Kampung Batik Laweyan Solo.

Pada akhir tahun 2023, Sandi mendirikan studio keramik yang diberi nama PotStory.

Nama itu berasal dari gabungan kata pot dan story, yang dimaknai sebagai pottery story.

Filosofi tersebut menjadi dasar bahwa setiap karya yang dihasilkan memiliki cerita atau makna tersendiri.

Membuat keramik bukan hanya tentang menghasilkan sebuah benda yang memiliki bentuk dan fungsi, proses pembuatannya juga menjadi perjalanan personal pagi pembuatnya.

Sebelum membentuk tanah liat, peserta diperkenalkan dengan material yang akan mereka gunakan.

Mereka diajak merasakan langsung tekstur tanah liar dan memahami karakter bahan tersebut.

Lalu peserta mulai belajar membuat bentuk dasar seperti bowl, kotak, segitiga, dan berbagai bentuk lainnya.

Bowl atau mangkuk biasanya menjadi bentuk awal yang diberikan kepada peserta workshop.

Dari bentuk dasar tersebutlah peserta kemudian diberikan kebebasan untuk mengembangkan karya sesuai dengan imajinasi.

Setelah bentuk selesai dibuat, karya ini tidak langsung menjadi keramik yang siap digunakan, tetapi harus melalui proses pengeringan untuk menghilangkan kadar air sebelum kemudian masuk ke tahap pembakaran pertama.

Pembakaran pertama dilakukan pada suhu sekitar 700-900 derajat celsius.

Lalu tahap selanjutnya karya masuk ke proses pembakaran kedua dengan menggunakan metode glasir dengan suhu sekitar 1.200 derajat celsius.

Untuk proses pembakaran tersebut berlangsung sekitar 5-10 jam.

Panjangnya proses tersebut menunjukkan bahwa sebuah karya keramik membutuhkan waktu dan ketelitian.

Tidak semua karya dapat melewati proses produksi dengan sempurana, tentu saja ada resiko cracking atau keretakan hingga pecah saat pembakaran.

Bagi PotStory, nilai sebuah karya tidak berhenti pada proses teknis saja, tetapi ada cerita yang ikut tumbuh bersama karya tersebut.

Dengan mengikuti workshop di PotStory, peserta memiliki ruang untuk mencurahkan berbagai hal yang sedang dirasakan melalui sebuah karya keramik.

Setelah karya jadi dan bisa dibawa pulang, benda tersebut dapat menjadi pengingat terhadap pengalaman yang pernah dilalui dan dicurahkan saat membentuk karya keramik di PotStory.

Sebuah bentuk keramik tidak lagi hanya menjadi benda, tetapi juga dapat menjadi memori yang menyimpan cerita pada suatu waktu tertentu.

Diluar workshop, PotStort juga menghasilkan berbagai produk keramik jadi.

Kebanyakan produknya mencakup barang fungsional untuk kebutuhan rumah tangga, seperti tempat makan dan minum, hingga karya dekoratif dan produk seni.

Untuk harganya kisaran Rp 20.000 hingga Rp 300.000, tergantung ukuran, bentuk, dan jenis karyanya.

Perjalanan PotStory sendiri tidak dimulai dari sebuah studio yang langsung dikenal masyarakat.

Sandi membangun usahanya melalui berbagai cara, mulai dari berjualan di lapak pinggir jalan, menitipkan produk di sejumlah kafe, hingga bekerja sama dengan berbagai instansi.

"Kita harus memberikan edukasi lebih ke masyarakat Solo, bahwa kita benar-benar adalah kota seni budaya yang harus menghargai karya-karya anak bangsa". Sandi Owner PotStory

Melalui tanah liat, PotStory mencoba memperkenalkan seni dengan pengalaman personal.

Peserta datang dengan imajinasi masing-masing, membentuk tanah liat dengan tangan mereka, kemudian membawa pulang sebuah karya yang tidak hanya memiliki bentuk, tetapi juga cerita.

(Meidy Agsita/Cenderaloka)

Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan:
Tag:#PotStory#Kerajinan Keramik#Cenderaloka
Komentar0
Belum ada komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama dalam memberikan komentar

Artikel Populer

Kain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish
Cerita Perajin

Kain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish

22 Oktober 2026
Didampingi Agincourt Resources, Batik Tapsel Terus Berkembang
Lokakarya

Didampingi Agincourt Resources, Batik Tapsel Terus Berkembang

21 Oktober 2026
JNE Dukung UMKM Solo Berkembang, dari Promosi Produk hingga Subsidi Ongkir
News Partnership

JNE Dukung UMKM Solo Berkembang, dari Promosi Produk hingga Subsidi Ongkir

21 Oktober 2026
4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya
Cerita Perajin

4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya

21 Oktober 2026
Afhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah
Cerita Perajin

Afhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah

21 Oktober 2026

Artikel Terkait

Beberapa karya pilihan bulan ini tetap dengan harga yang adil bagi perajin.

Kain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish
Cerita PerajinKain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish 22 Oktober 2026
4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya
Cerita Perajin4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya 21 Oktober 2026
Afhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah
Cerita PerajinAfhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah 21 Oktober 2026
4 Rekomendasi Hijab Lukis yang Cantik Harga Terjangkau di Bawah Rp 100 Ribu
Cerita Perajin4 Rekomendasi Hijab Lukis yang Cantik Harga Terjangkau di Bawah Rp 100 Ribu 21 Oktober 2026
Cerita PerajinKain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish 22 Oktober 2026
Kain Batik Tapanuli Selatan: 3 Rekomendasi Motif Menarik untuk Tampil Lebih Stylish
Cerita Perajin4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya 21 Oktober 2026
4 Tips Merawat Kain Lurik Agar Tidak Mudah Pudar Warnanya
Cerita PerajinAfhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah 21 Oktober 2026
Afhizza Kembangkan Baju Batik Anak dengan Motif Kecil dan Warna Cerah
Cerita Perajin4 Rekomendasi Hijab Lukis yang Cantik Harga Terjangkau di Bawah Rp 100 Ribu 21 Oktober 2026
4 Rekomendasi Hijab Lukis yang Cantik Harga Terjangkau di Bawah Rp 100 Ribu