CENDERALOKA - Warisan budaya Indonesia, rasnya tidak ada habisnya untuk dikagumi.
Salah satunya dan menjadi daya tarik dari Suku Dayak di Kalimantan adalah kerajinan manik-manik.
Ini bukan cuma sekadar pernak pernik biasa, ternyata di dalamnya menyimpa cerita serta filosofi yang mendalam bagi masyarakat Dayak.
Yuk, kenalan lebih dekat sama seni manik-manik khas Dayak sama Cenderaloka.
Bagi Suku Dayak, aksesoris manik-manik ini tidak hanya jadi pelengkap busana adat saat acara besar saja.
Kerajinan tangan ini dibuat dengan memadukan nilai dan estetika secara seimbang.
Kalau kita lihat penutup kepala khas Dayak Kenyah, bahan dasarnya dari rotan yang dianyam.
Supaya memiliki nilai lebih tinggi, dihiasi dengan manik-manik warna warni yang disusun rapi.
Seiring perkembangan zaman, seni manik manik ini juga beradaptasi dengan kebutuhan modern.
Kini bisa ditemukan pada dompet, case smartphone hingga bag charm.

Terlihat manik-manik khas Suku Dayak ini memiliki warna ikoniknya.
Jika diperhatikan lebih detail hanya 5 warna yang digunakan, yaitu
- Merah; melambangkan semangat hidup.
- Kuning: menjadi simbol keagungan dan sesuatu yang dikeramatkan.
- Hijau: menggambarkan kelengkapan dan intisari alam.
- Putih: melambangkan kesucian kapada Sang Pencipta.
- Biru: merepresentasikan sumber kekuatan dari segala penjuru yang diyakini tidak mudah luntur.
Tidak hanya warnanya saja yang memiliki makna, namun bentuknya pula.
Seringkali dijumpai motif burung enggang, figur kamang hingga bunga terong yang menandakan kedudukan atau status sosial seseorang di dalam suku.
Pada zaman dahulu, manik-manik ini dipercaya memiliki nilai magis dan fungsi spiritual.
Sebagian masyarat mempercayai kalau benda ini sebagai bala atau pelindung dari roh jahat.
Itulah makna yang tersimpan pada kecantikan manik manik khas Suku Dayak.




