Batik Tapsel Kembangkan Motif Khas Batak Angkola, Omzet Tembus Rp200 Juta
UMKM menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Melalui pengembangan usaha lokal, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan, tetapi juga melestarikan budaya dan membuka peluang ekonomi baru.
Hal inilah yang terlihat dari perkembangan Batik Tapsel di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Batik ini menghadirkan beragam motif yang terinspirasi dari adat istiadat dan kebudayaan Batak Angkola, kondisi alam, serta komoditas unggulan daerah.
Dikutip dari website agincourtresources.com, untuk mendukung pengembangannya, PT Agincourt Resources (PTAR) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) memberikan pendampingan kepada Santi dan Kelompok Usaha Bersama Batik Tapsel.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu kelompok usaha mengembangkan produk, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas peluang pemasaran.
Superintendent Local Economic Development Community Development PT Agincourt Resources, Dominico Savio Sandi Sarkoro, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan turut mendorong peningkatan penjualan Batik Tapsel.
Menurutnya, penjualan kelompok usaha tersebut meningkat hingga 30 persen setelah masa Covid-19.
Produk Batik Tapsel dipasarkan dengan harga berkisar Rp185.000 hingga Rp250.000. Harga tersebut ditawarkan untuk produk batik cap yang mengangkat kekhasan budaya lokal.
Dari kegiatan usaha tersebut, para anggota kelompok juga memperoleh manfaat ekonomi. Mereka mendapatkan upah sekitar Rp1 juta setiap bulan, disertai pembagian hasil pada akhir tahun.
Bagi anggota yang sebagian merupakan ibu rumah tangga, pendapatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain mendampingi pengembangan usaha, PTAR turut membantu proses perlindungan motif Batik Tapsel.
Hingga saat ini, kelompok tersebut telah menghasilkan sekitar 20 motif, dengan 13 motif di antaranya telah dipatenkan.
Upaya ini menjadi bagian penting untuk menjaga identitas produk sekaligus memperkuat nilai Batik Tapsel sebagai produk budaya daerah.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, PTAR juga menjalin kerja sama dengan Cenderaloka by Tribun Network.
Cenderaloka merupakan platform yang mendukung pemasaran produk UMKM sekaligus pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal.
Melalui kolaborasi ini, Batik Tapsel diharapkan semakin mudah dikenal masyarakat luas dan memiliki peluang menjangkau konsumen di luar daerah.
Pengembangan Batik Tapsel menunjukkan bahwa pendampingan usaha, pelestarian budaya, dan perluasan akses pasar dapat berjalan beriringan untuk mendorong UMKM lokal tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)







