CENDERALOKA - Toraja merupakan suku di Indonesia yang berada di daerah pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.
Sama halnya dengan suku lainnya, Toraja juga memiliki budaya lokal yang beragam seperti upacara pernikahan, kematian dan acara adat lainnya.
Tak hanya itu saja, mereka juga punya budaya seni yang tak kalah menariknya satu di antaranya adalah kain khas Toraja.
Kain tenun ini memiliki motif dan warna alami yang khas, membuat tampilannya sangat menawan saat dikenakan.
Cara pembuatannya juga masih menggunakan alat tradisional, yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hingga kini kain tenun khas Toraja jadi salah satu di antara kerajinan tangan yang terus dilestarikan.
Setiap motif pada kain menggambarkan makna tersendiri, sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui makna dari motif tersebut.
1. Kain Paramba

Kain ini terkenal dibuat oleh warga desa Sad'an, Malimbong Tobarana, Kabupaten Toraja Utara.
Dibuat dengan kombinasi warna-warna cerah, dengan memakai teknik-teknik yang lumayan sulit.
Kisaran harga kain paramba bervariasi mulai Rp 50.000 hingga jutaan rupiah.
2. Kain Motif Pa'bannang

Kain tenun Pa’borong-borong, motifnya berupa gari-garis pada seluruh bagian kain dengan warna yang berbeda.
Sedangkan kain tenun Pa’miring motif garisnya hanya terletak pada bagian pinggir kain.
Motif kain khas Toraja ini mengandung makna yang cukup dalam, yakni:
- Nilai sopan santun
- Saling berjalan sepadan
- Menghargai satu sama lain
- Kehidupan Toraja
Pewarna alami yang digunakan juga bersumber dari tanaman-tanaman yang tumbuh di Toraja.
Kain ini menghadirkan perpaduan antara manusia dan alam yang menyatu dalam selembar kain tenun.






