CENDERALOKA - Fast fashion yang semakin pesat perkembangannya, tidak memungkiri itu juga membuat banyaknya limbah.
Seringkali dipandang sebelah mata, justru itu Asih Purnamawati mampu merubah limbah fashion menjadi produk kerajinan yang berdaya jual tinggi.
Inilah yang dilakukan oleh Asih melalui Bunda Craft, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Pajang, Laweyan, Solo, yang sukses mengolah kain perca menjadi aneka produk kerajinan hingga busana fashion.
Bunda Craft tidak hanya sebuah nama saja, namum memiliki fisosofi yang mendalam,
Kata awal "Bunda" memiliki makna sebagai bentuk kasih sayang seorang ibu yang prihatin saat melihat banyaknya limbah kain perca di sekitar.
Sementara "Craft" sebagai pelengkap, karena sebagian besar produknya adalah kerajinan tangan.
Bagi Asih, perca tidak sekadar sisa pemotongan kain, melainkan potensi ekonomi yang dapat dioptimalkan.
Usaha ini dimulai pada tahun 2014 di sudut rumahnya.
Melihat tumpukan kain perca yang tak terpakai dan tak bernilai, muncul ide kreatif dalam diri Asih untuk menyulapnya menjadi barang bermanfaat sekaligus menambah pemasukan keluarga.
Berbekal ketekunan, Asih belajar menjahit secara otodidak dan mulai membuatkan berbagai produk untuk buah hatinya.
Dari sanalah, kepopuleran Bunda Craft berawal.
Teman-teman anaknya di sekolah mulai tertarik dengan keunikan barang-barang buatan Asih.
Seiring meningkatnya minat konsumen, Asih terus mengasah kemampuannya, memperbaiki teknik jahitan, hingga meningkatkan kualitas bahan secara berkelanjutan.
Sentuhan Batik Lokal dan Inovasi Fashion
Mayoritas bahan baku yang digunakan Bunda Craft adalah perca kain batik.
Pilihan ini bukan tanpa alasan, Kota Solo yang kaya akan perajin batik menghasilkan limbah perca yang melimpah.
Meski didominasi batik, Bunda Craft juga memanfaatkan jenis kain lain seperti jeans dan katun.
Kain batik merupakan kain yang sampai saat ini dan dikemudian hari menjadi kain yang sangat berharga" ujar Asih owner Bunda Craft.
Bunda Craft mendapatkan pasokan kain perca langsung dari para perajin lokal dan penjahit di sekitar rumahnya.
Dari bahan-bahan tersebut, Bunda Craft mulanya memproduksi tas, pouch, hingga ragam aksesoris.
Seiring berjalannya waktu, Bunda Craft merambah ke industri fashion.
Dalam hal baru ini, Asih berkolaborasi dengan anaknya yang tengah menempuh pendidikan sebagai desainer di ISI Surakarta.
Sinergi antara keahlian ibu dan ide kreatif sang anak menghasilkan beragam karya fashion yang fashionable, mulai dari blouse, outer, hingga vest.

Produk Best Seller dan Sentuhan Teknik Jepang
Dari sekian banyak varian, produk best seller Bunda Craft adalah totebag dengan motif patchwork (susunan perca) dan sashiko.
Totebag bermotif sashiko tampil simpel namun unik loh.
Sashiko sendiri merupakan teknik menyulam tradisional asal Jepang yang memanfaatkan jahitan jelujur sederhana untuk membentuk pola geometris yang artistik.
Perpaduan antara motif geometris sashiko dan estetika perca batik menjadikan produk ini sangat diminati pasar.
Proses Produksi yang Mengutamakan Kualitas
Untuk menghasilkan produk berkualitias tinggi, Bunda Craft menerapkan lima tahapan produksi yang terstruktur:
1. Desain Produk: Merancang konsep dan pola barang yang akan dibuat.
2. Pemilihan Bahan: Memilih kombinasi warna dan jenis kain perca yang sesuai.
3. Pemotongan (Cutting): Memotong kain sesuai presisi desain.
4. Penjahitan (Sewing): Merangkai potongan kain menjadi produk utuh.
5. Penyelesaian (Finishing): Tahap akhir pengerjaan sebelum memasuki proses pengawasan kualitas.
Guna memastikan kepuasan konsumen, seluruh barang yang diproduksi harus melewati proses Quality Control (QC) yang ketat sebelum sampai ke tangan pembeli.
Selain memproduksi barang siap pakai, Bunda Craft juga melayani pesanan custom.
Proses custom dimulai dari konsumen yang memberikan desain awal, lalu Bunda Craft akan membuatkan contoh produk (sample).
Setelah disetujui (ACC) oleh pemesan, barulah produk diproduksi secara massal.

Tantangan SDM dan Harapan Masa Depan
Saat ini, kapasitas produksi Bunda Craft mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 20 unit pouch atau tas per hari, tergantung pada tingkat kerumitan desainnya.
Tantangan utama yang dihadapi Bunda Craft terletak pada pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).
Penambahan SDM yang terampil sangat diperlukan agar proses produksi dalam jumlah besar dapat dirampungkan dalam waktu yang lebih efisien.
Dengan kisaran harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 50.000.
Bunda Craft tidak hanya menawarkan produk upcycling kreasi kain perca yang modis dan berkualitas, tetapi juga membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan mampu menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan.
Temukan produk-produk Bunda Craft dengan harga terbaik di Cenderaloka.com.








