CENDERALOKA - Kain lukis adalah salah satu karya seni tekstil yang memiliki nilai estetika yang tinggi.
Dibuat melalui proses kreatif yang melibatkan ketelitian, keterampilan, dan sentuhan artistik dari pelukisnya.
Di setiap lembar kain memiliki karakter yang unik dan eksklusif, karena pembuatannya secara manual jadi satu dengan yang lainnya menghasilkan karya yang tak akan sama.
Dengan begitu, kain lukis banyak dipilih sebagai bahan pembuatan pakaian, selendang, taplak meja, dan syal.
Saat menggunakan kain lukis, ada baiknya kamu tahu bagaimana cara merawatnya.
Agar kain lukis yang kamu miliki tidak mudah pudar dan cat yang menempel pada kain tidak mudah retak.
Baca juga: Nasrafa: Produsen Kain Lukis Asal Solo yang Berhasil Menembus Pasar Prancis hingga Ekspor Jepang
Yuk simak bagaimana cara merawat kain lukis yang benar menurut Nasrafa.
1. Mencuci Kain Lukis
Lakukan pencucian dengan menggunakan tangan, hal ini dilakukan untuk meminimalkan gesekan yang biasanya terjadi ketika kain di putar di dalam mesin cuci.
Rendam kain sebentar, lalu usap perlahan menggunakan tangan pada bagian yang kotor (jangan kucek terlalu kuat).
Kamu juga harus memperhatikan suhu air yang digunakan saat mencuci kain lukis.
Suhu air yang terlalu panas bisa membuat kain lukis mudah memudar.
Jika ingin kain lukis awet, kamu bisa menggunakan air dingin.
Hal ini bisa menjaga kestabilan warna dan kelembutan kain.
Pilih detergen cair dan bebas pemutih, jangan gunakan deterjen yang mengandung bahan kimia.
Deterjen dengan bahan kimia dapat mengikis lapisan tekstil secara perlahan.
2. Pengeringan Kain Lukis
Untuk proses pengeringan kain lukis, kamu bisa menekan kain secara perlahan untuk mengurai kadar air yang menempel pada kain.
Lalu gantung kain lukis di tempat yang teduh, hindari paparan sinar matahari langsung.
Kamu bisa membentangkan kain dengan cara dibalik, letakkan lukisan di sisi dalam selama proses penjemuran.
3. Setrika Kain Lukis
Jika kain sudah kering dan mulai masuk tahap setrika, kamu perlu memperhatikan beberapa hal.
Sebelum masuk proses setrika, balik kain dan letakkan lukisan dibagian sisi dalam.
Gunakan suhu rendah saat menyetrika kain lukis, jangan tekan setrika terlalu kuat karena bisa merusak lukisan.
4. Penyimpanan Kain Lukis
Simpan kain di tempat yang kering, bersih, dan ruang yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
Jangan letakkan kain lukis di ruang yang lembab, karena bisa menimbulkan tumbuhnya jamur.
Gunakan hanger untuk menggantung kain lukis, agar bentuk kain lukis tetap rapi.
Untuk penyimpanan jangka panjang, kamu bisa menyimpan kain dengan cara membungkusnya menggunakan kantong plastik.
Itulah 4 cara merawat kain lukis agar tetap awet dan tidak mudah luntur.
Dengan cara diatas, tak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan kain lukis saja, tetapi juga mempertahankan nilai seni yang terkandung didalamnya.
(Meidy Agsita/Cenderaloka)






