CENDERALOKA - Barabiru berdiri sejak tahun 2010 yang beralamat di Sumber Jambalan RT 4 RW 6 Surakarta.
Nama Barabiru sendiri dipilih oleh Winarto dengan harapan dan semangat dalam menekuni usahanya.
"Bara" menggambarkan api yang menyala, sedangkan "Biru" diibaratkan sebagai semangat yang terus menggebu-gebu.
Filosofi tersebut menggambarkan bahwa keinginan Wiranto untuk membuka usaha sungguh-sungguh hingga mencapai kesuksesan.
"Seperti filosofi namanya, bara itu harus tetap menyala. Begitu pula semangat saya untuk mempertahankan Barabiru dan membawanya menuju kesuksesan". Wiranto Owner Barabiru
Usaha ini dibuat oleh Wiranto tidak langsung berfokus pada produk kulit, tetapi memulainya dari kegemarannya membuat berbagai pernak-pernik menggunakan barang bekas dan limbah industri.
Kayu, daun kering, kulit perca hingga kaca pernah menjadi bagian dari perjalanan kreativitasnya.
Dari berbagai material tersebut diolah menjadi produk yang memiliki bentuk dan fungsi baru.
Dengan mengikuti perkembangan teren, Winarto kemudian memulai menemukan bidang yang lebih ingin ditekuni, yaitu kerajinan berbahan kulit asli dan sintetis.
Kini, produk yang dihasilkan oleh Barabiru ada lanyard, card holder, gantungan kunci STNK, dan dompet.
Produk-produk tersebut menyasar konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai hingga instansi.
Dalam proses produksi, bahan kulit atau sintetis premium ini dipotong seusai pola dan ukuran.
Lalu bahan ditempel menggunakan lem, kemudian dilubangi, dan dijahit hingga menjadi produk yang siap digunakan.

Untuk produksi dalam jumlah kecil, Winarto mengerjakannya sendiri, tetapi jika dalam jumlah besar, ia melibatkan sumber daya manusia untuk membantu proses produksi.
Ciri khas produk dari Barabiru adalah penggunaan finishing CH (Crazy Horse).
Finishing ini membuat setiap produk kulit memiliki karakter yang berbeda.
Hasil akhirnya terasa lebih personal karena tidak selalu memiliki tampilan yang benar-benar sama.
Tak hanya kulit saja, Barabiru juga memiliki produk dengan bahan sintetis premium.
Hal ini dilakukan Winarto karena konsumen yang datang pasti memiliki latar bekalang dan kemampuan ekonomi yang berbeda.
Dengan adanya pilihan bahan, Barabiru dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.
Soal harga, produk dari Barabiru ini dibanderol mulai 10.000 hingga Rp 500.000.
Untuk produk best seller dari Barabiru ada lanyard, card holder, dan gantungan kunci STNK, biasanya harga ini dibanderol mulai Rp 50.000 hingga Rp 190.000.
Pencapaian dari Barabiru sendiri sampai saat ini masih banyak pesanan dari instansi setiap tahunnya.
Tidak hanya sekedar menjual produk saja, perjalanan Barabiru dari barang bekas hingga menjadi produk kulit, kini menjadi usaha yang berkelanjutan.
(Meidy Agsita/Cenderaloka)







